ILMU BUDAYA
BAB 1
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Ilmu Budaya adalah pengetahuan yang dapat memberi pengetahuan dasar tentang budaya untuk mempelajari masalah-masalah manusia. Ilmu budaya dasar pertama kali di indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari bahasa inggris "The Humaties" istilah humanities itu berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia.
Prof DR.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu budaya dapat dikelompokan dalam tiga kelompok yaitu:
1. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science).
2. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science).
3. Ilmu-ilmu Budaya (Science Culture).
BAB 2
Pembahasan
Dikutip
dari buku Pengantar Antropologi (1991) karya Koentjaraningrat, kebudayaan
adalah sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan
masyarakat yang dimiliki manusia dengan belajar. Masyarakat seringg mengartikan
Budaya adalah kesenian, Padahal budaya memiliki arti yang sangat luas.
Maka
dapat diartikan Budaya ada di tengah-tengah kita, muncul karna dipelajari bukan
muncul dengan secara tiba-tiba. Maka dari itu Budaya harus dipelajari.Budaya
merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosial-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa
alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari
budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit
nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan
atas keistimewaannya sendiri. "Citra yang memaksa" itu mengambil
bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme
kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam di jepang, dan
"kepatuhan kolektif" di tiongkok.
Citra
budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan
pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis
yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh
rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka. Dengan demikian, budayalah
yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas
seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Antropolog
Melvi J dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang
terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri. Selo soemardjan dan Soelaimann Soemardi menyatakn bahwa
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa dan cipta masyarakat sementara itu,
M. Selamet Riyadi, budaya adalah suatu rasa cinta dari leluhur kita yang di
wariskan kepada keturunannya dan menurut Koentjaraningrat kebudayaan adalah
seluruh gagasan dan hasil karya manusia.
1. Wujud
· Gagasan
Sebuah kumpulan ide-ide, nilai-nilai, norma dan sebagainya
yang sifatnya tidak bisa disentuh atau diraba (abstrak).
· Aktivitas
Tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu atau
yang disebut system sosial yang terdiri dari berinteraksi dengan sesama manusia
dengan manusia.
· Artefak
Wujud kebudayaan fisik yang berupa
hasil dari aktivitas manusia antara wujud kebudayaan yang
satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain.
2. Komponen
· Kebudayaan Material
· Kebudayaan Nonmaterial
· Lembaga Sosial
· Sistem Kepercayan
· Estetika
· Bahasa
BAB 3
A. Kesimpulan
Pada dasarnya manusia
adalah manusia yang berbudaya dan mahkluk yang bersosial. Budaya
adalah hasil cipta manusia yang ditanam dalam diri sendiri yang bertujuan untuk
melestarikan budaya itu sendiri. Wujud budaya bersifat konkret sebagai norma,
gagasan dan peraturan bagi manusia demi terciptanya budaya yang erat bagi
bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/25/155742069/kebudayaan-definisi-dan-sifatnya
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
https://brainly.co.id/tugas/12868726
https://tugassosialdasar.wordpress.com/ilmubudayadasar/
Komentar
Posting Komentar